Biografi Tokoh Dunia Lengkap

Biografi Pedia memberikan informasi seputar Biografi tokoh dunia dan biodata lengkap yang berasal dari sumber yang terpercaya.

Minggu, 21 Juli 2019

Biografi Asma Nadia Penulis Surga yang Tak Dirindukan

Asma Nadia sosok perempuan hebat didalam dunia kesastraan Indonesia, yang beberapa novelnya telah diangkat ke layar lebar yang mungkin sudah pernah kita lihat. Beliau tidak hanya sebagai seorang penulis saja, dia juga dikenal sebagai salah satu pendiri Forum Lingkar Pena.

Asma Nadia lahir di Jakarta pada tanggal 26 Maret 1972, yang lahir dari pasangan suami-istri, Amin Usman dan Maria Eri Susanti. Beliau merupakan anak ke-2, memiliki seorang kakak perempuan bernama Helvy Tiana Rosa dan juga seorang adik yang bernama Aeron Tomino.

Sedari kecil, Asma Nadia kerap sakit karena kondisi fisiknya yang lemah, walaupun begitu, beliau sangat semangat sekali dalam menulis. Beliau bersekolah di SMA Budi Utomo di Jakarta.

Kondisi fisiknya yang lemah tidak menyurutkan semangatnya dalam menulis. Dikala kondisi kesehatannya menurun, Asma Nadia masih tetap bersemangat menulis, hal ini juga tidak lepas dari dukungan yang diberikan oleh keluarganya kepadanya.

biografi asma nadia

Puncaknya pada tahun 1994 dan 1995, cerpennya yang berjudul Imut dan Koran Gondrong meraih juara pertama dalam Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) tingkat nasional yang diadakan oleh majalah Aninda.

Asma Nadia sempat berkuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB), namun beliau berhenti tidak sampai lulus karena harus melawan kondisi fisiknya yang lemah, yang membuatnya sering sakit hingga berbulan-bulan.

Dengan kondisi fisik yang lemah, semangatnya tidak pernah surut untuk mengasah kemampuannya dalam dunia sastra. Berkat keuletannya tersebut, sekarang beliau menjelma menjadi salah satu penulis hebat yang pernah dimiliki oleh Indonesia.

Berikut ini beberapa novel yang telah beliau hasilkan sebagai seorang penulis :
  • Assalamu'alaikum Beijing
  • Cinta Laki-laki Biasa
  • Emak Ingin Naik Haji
  • Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea
  • Pesantren Impian
  • Surga yang Tak Dirindukan

Masih ada beberapa novel lagi yang tidak ditulis dalam konten ini, kalian mungkin bisa mencarinya sendiri di internet. Novel di atas merupakan novel-novel yang diangkat menjadi film lebar.

Karya Asma Nadia yang Diangkat Ke Layar Lebar

Karya-karyanya yang begitu indah membuat para sutradara melirik untuk mengangkatnya sebagai sebuah film yang indah. Penasaran, ada berapa sih novel-novel karya Asma Nadia yang sudah difilm kan ?
Selain Asma Nadia, Indonesia juga punya seorang penulis yang keren, baca juga biografi pidi baiq dibalik suksesnya novel Dilan.
Yang pertama, Assalamu'alaikum Beijing

Film yang kedua ini, sudah tidak asing lagi karena beberapa kali sudah diputar di chanel televisi kita, yang biasanya diputar ketika ada hari-hari besar. Film ini dirilis pada tahun 2014 yang disutradari oleh Guntur Seoharjanto.

Yang kedua, Cinta Laki-laki Biasa

Film ini dirilis pada tanggal 1 Desember 2016, yang merupakan film drama romantis yang dibintangi oleh Deva Mahenra dan Velove Vexia. Film ini menceritakan kesederhaan cinta yang disampaikan oleh seorang laki-laki yang diperankan oleh Deva Mahenra yang mencintai seorang perempuan yang diperankan oleh Velove Vexia.

Yang ketiga, Emak Ingin Naik Haji

Novel yang dirilis pada tahun 2009 ini menjadi novel yang laku di pasaran sehingga akhirnya diangkat ke layar lebar. Tokoh utamanya seorang perempuan lanjut usia yang sangat ingin menunaikan ibadah haji.

Film ini dirilis pada tahun yang sama dengan novelnya, yaitu 2009 dengan dibintangi oleh Reza Rahadian, Aty Cancer Zein, dan Didi Petet.

Yang keempat, Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea

Novel ini berkisah mengenai seorang penulis internasional yang bernama Rania yang sejak kecil selalu diceritakan kisah-kisah Ibnu Batuta dari ayahnya. Ibnu Batuta itu seorang muslim yang rajin dalam melakukan rihlah ke berbagai negara.

Novel ini difilmkan pada tahun 2016 yang dibintangi oleh Bunga Citra Lestari, Giring Ganesha, Morgan Oey, dan Rongga Agus Rahman.

Yang kelima, Pesantren Impian

Sebuah film religi yang dirilis pada tahun 2016. Film yang dibintangi oleh Prisia Nasution, Fachri Albar, Dinda Kanyadewi, dan Indah Permatasari.

Sinopsisnya, ada sepuluh gadis mendapatkan undangan misterius untuk tinggal di Pesantren Impia. Pondok terpencil yang didirikan oleh Gus Budiman yang memberi kesempatan kepada sepuluh gadis yang memiliki masa lalu yang gelap.

Yang keenam, Surga yang Tak Dirindukan

Sama seperti Assalamu'alaikum Beijing, film ini sudah tidak asing lagi bagi kita, karena kerap sekali diputar di chanel televisi di rumah kita.

Film ini dirilis pada tahun 2015 dibintangi oleh Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, Raline Shah, Reza Rahadian. Film ini juga berhasil menyabet beberapa penghargaan antara lain ; Festival Film Bandung 2015, i-Cinema Awards 2015, Indonesia Box Office Movie Awards 2016, dan Piala Antemas 2016.

Asma Nadia dan Forum Lingkar Pena

Selain aktif menulis, beliau juga mendirikan sebuah organisasi kepenulisan yang bertujuan untuk memberikan pencerahan melalui tulisan, yang di mana organisasi tersebut dikenal dengan Forum Lingkar Pena.

Forum Lingkar Pena atau yang disingkat dengan LFP berdiri bermula ketika terjadi diskusi antara para alumni Fakultas Sastra Universitas Indonesia mengenai kebutuhan khalayak umum di Indonesia akan pentingnya bacaan yang baik dan juga pada saat itu mereka melihat banyaknya pemuda yang memiliki potensi dalam bidang kepenulisan. 

Hingga pada akhirnya pada tanggal 22 Februari 1997 didirikannya sebuah organisasi atau forum penulis yang bernama Forum Lingkar Pena yang didirikan oleh Asma Nadia yang tentunya tidak sendirian, beliau dibantu oleh Helvy Tiana Rosa, Maimon Herawati, dan beberapa aktivis lainnya.

Catatan Ketua Umum Forum Lingkar Pena dari tahun 1997 sampai saat ini :
  • Helvy Tiana Ros (1997-2005)
  • M. Irfan Hidayatullah (2005-2009)
  • Setiawati Intan Savitri/Izzatul Jannah (2009-2013)
  • Sinta Yudisia Wisudanti (2013-2017)
  • Yeni Mulati/Afifah Afra (2017-2021)
Asma Nadia banyak sekali mendapatkan penghargaan atas karya-karyanya. Selain sebagai seorang penulis, dia kerap diminta untuk memberi materi dalam berbagai lokakarya yang berkaitan dengan penulisan dan juga feminisme baik di dalam maupun di luar negeri.

Pada tahun 2009, Asma Nadia yang berkeliling Eropa setelah mendapatkan undangan writers in residence dari Le Chateau de Lavigny, dia juga pernah diundangan dalam memberikan seminar kepenulisan di PTRI Jenewa, Masjid Al Falah Berlin.
Suka berpuisi ? baca juga salah satu orang yang ahli dalam membuat puisi biografi sapardi djoko damono.
Ditahun 2009 juga, Asma Nadia merintis penerbitan sendiri dengan nama Asma Nadia Publishing House. Beliau juga pernah menjadi satu dari 35 penulis dari 31 negara yang diundang untuk menjadi penulis tamu dalam Iowa International Writing Program yang diadakan di Amerika Serikat.

Asma Nadia Quotes

Belum lengkap rasanya membaca biografi dari Asma Nadia, jika belum membaca kutipan-kutipan dari beliau yang diambil melalui beberapa novel yang telah dikarang olehnya.

Berikut ini kutipan-kutipan dari Asma Nadia :
  • Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?
  • Kereta api tidak pernah terbang. Ia selalu setia pada rel yang dipijak.
  • Sebab memberikan harapan kepada seorang gadis, sebelum tahu persis apa yang diinginkannya adalah sebuah kejahatan.
  • Kamu tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain dengan sesuatu yang bahkan sangat membahagiakanmu.
  • Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna,tapi menerima pasangan kita dengan sempurna.
  • Hidup adalah proses terus menerus memperbaiki diri.
  • Karena kenyataan akhirnya lebih indah dari buaian mimpi.
  • Pernikahan adalah ibadah, dan setiap ibadah bermuara pada cinta-Nya sebagai tujuan. Sudah sewajarnya setiap upaya meraih cinta-Nya dilakukan dengan sukacita.
  • Tak kupedulikan luka dan impian sebab menemukanMu adalah tujuan.
  • Aku tak ragu mengatakan, bersama denganmu walaupun sebatas embusan angin kunamai ia anugerah.
  • Anugerah adalah kebersamaan denganmu, walaupun sesaat. Kesia-siaan adalah jalan panjang dan kau entah di mana.
  • Bukan secangkir kopi apalagi ucapan seremoni tapi cinta yang membawaku terbang tinggi.
  • Cinta ada melalui serangkaian proses: perkenalan, adaptasi, kesamaan selera, kebersamaan melewati berbagai ujian, yang kesemuanya mensyaratkan tahapan dan waktu.
  • Kesalahan terbesarku adalah: aku mencintaimu, tetapi tidak berfikir tentangmu.
  • Bagi traveler, kehilangan sesuatu di perjalanan, pasti pahit, bahkan bisa merusak semua rencana yan sudah disusun. Tapi keikhlasan akan membuat satu dua kehilangan atau peristiwa tak diinginkan yang sangat mungkin terjadi-tak menguapkan semua keceriaan selama perjalanan.
  • Kalau kamu selalu takut ini dan itu, tidak ada kemajuan yang bisa dicapai.
  • Seorang perempuan tahu dia telah menemukan laki-laki yang tepat untuk melabuhkan hati saat dia merasa nyaman berada di sisinya, bahkan meski sekadar memikirkannya.
Dalam kehidupan asmara, Asma Nadia menikah dengan seorang penulis juga, yang bernama Isa Alamsyah. Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki 2 orang anak yang bernama Eva Maria Putri Salsabila dan Adam Putra Firdaus.

Author Profile

About Biografi Pedia

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel di atas.

0 Komentar Biografi Asma Nadia Penulis Surga yang Tak Dirindukan

Posting Komentar

Hai, para pengunjung/pembaca situs biografipedia. Mengenai konten biografi yang Anda baca di atas merupakan hasil dari pengumpulan beberapa informasi mengenai tokoh yang bersangkutan. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan informasi seakurat mungkin, namun jika ada kesalahan mengenai informasi yang disampaikan di atas kami memohon maaf.

Berkomentarlah sesuai dengan topik yang sedang dibahas. Komentar dengan perkataan yang buruk atau tidak layak untuk dilihat, spam, link hidup akan kami hapus demi kenyamanan. Terima kasih.

Back To Top