Biografi Tokoh Dunia Lengkap

Biografi Pedia memberikan informasi seputar Biografi tokoh dunia dan biodata lengkap yang berasal dari sumber yang terpercaya.

Rabu, 07 Agustus 2019

Biografi Najwa Shihab Perempuan Cerdas dibalik Acara Mata Najwa

Najwa Shihab putri kedua dari Quraish Shihab yang namanya mulai dikenal oleh khalayak umum atas kecerdasannya sebagai reporter dalam bencana tsunami melanda Aceh yang telah terjadi ditahun 2004.

Lewat acara talkshownya yang bernama Mata Najwa, kita pun bisa menilai betapa cerdasnya perempuan yang lahir dari keluarga Shihab ini.

Najwa Shihab memiliki panggilan akrab yang dapat dipanggil dengan Nana. Lahir di Makassar pada tanggal 16 September 1977 lahir dari pasangan Quraish Shihab dengan Fatmawati Assegaf. Sosok hebat dibalik Metro TV ini merupakan lulusan fakultas hukum.

Alih-alih menjadi pakar hukum atau pengacara yang hebat, Najwa lebih memilih untuk memutuskan berkarier dalam dunia jurnalistik, yang akhirnya mampu menerbangkan kariernya hingga melesat seperti saat ini.

biografi najwa shihab

Namanya mulai banyak dikenal oleh khalayak umum di Indonesia ketika Najwa menjadi pembawa acara di Metro TV sebuah acara talkshow dengan menggunakan namanya, yang mulai disiarkan oleh Metro TV pada tahun 2009. Acara tersebut menjadi acara yang bergengsi, banyak sekali tokoh-tokoh hebat yang diundang di acara tersebut.

Keluarga dan Masa Kecil Najwa Shihab

Najwa Shihab menjadi sosok perempuan hebat dalam keluarganya, putri dari pasangan Quraish Shihab dan Fatmawati ini sangat membanggakan bagi keluarganya. Lahir dan tumbuh dalam keluarga Islam, Najwa tumbuh dan besar dari keluarga yang mengenal agama Islam.

Selain itu, pada era Pemerintahan Presiden Soeharto, ayahnya menjabat sebagai menteri agama, sedangkan pamannya yang bernama Alwi Shihab pernah menjabat sebagai menteri luar neger pada era Presiden Gus Dur.

Dalam keluarganya, Najwa Shihab memiliki 4 saudara kandung antara lain :
  • Nahla Shihab
  • Najela Shihab
  • Ahmad Shihab
  • Nasywa Shihab
Ibrahim Sjarief Assegaf pria beruntung yang bisa menikahi Najwa Shihab, keduanya menikah pada tahun 1997 dan dari pernikahan berdua dikarunia 2 orang anak yang bernama Namia dan Izzat Ibrahim.

Sebagai anak yang lahir dari keluarga yang religius, pengenalan agama kepada Najwa yang dilakukan oleh keluarganya selain dengan mengurusnya sendiri ditambah juga disekolahkan di sekolahan yang berbasis Islam.
Selain Najwa Shihab, Indonesia masih punya perempuan cerdas lainnya, baca biografi sri mulyani menteri keuangan Indonesia.
Dalam dunia pendidikan, Najwa Shihab mulai mengawali langkah kakinya dengan bersekolah di TK Al-Quran selepas TK, Najwa melanjutkan ke sekolah dasar di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah kemudian bersekolah di SMP Al-Ikhlas lalu melanjutkan di sekolah SMAN 6 di Jakarta Selatan.

Ketika Najwa Shihab duduk di bangku SMA, dia pernah mendapatkan kesempatan untuk menjadi perwakilan di sekolah dalam program pertukaran pelajar, program itu bernama AFS (America Field Service) di mana akan dilakukannya pertukaran pelajar yang ada di Indonesia dengan pelajar yang ada di Amerika.

Karier Najwa Shihab Sebagai Seorang Jurnalistik dan Presenter Televisi

Selepas lulus dari bangku SMA, perjalanan pendidikan Najwa tidak berhenti di situ saja, dia memutuskan untuk menimba ilmu lagi di bangku perkuliahan. Najwa diterima di Universitas Indonesia dengan mengambil program studi ilmu hukum di sana.

Menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi terbaik yang ada di Indonesia membentuk karakter dari Najwa semakin baik, selain itu juga kecerdasannya semakin berkembang, itulah yang menjadi salah satu faktor betapa cerdasnya Najwa Shihab ini.

Mengambil ilmu hukum, tidak akan selalu berkarier atau bercimpung di dunia hukum. Selepas kelulusannya dari UI sebagai seorang sarjana hukum, Najwa Shibab lebih memilih berkarier di dunia jurnalistik atau reporter daripada berkarier sesuai dengan ilmu yang dia ambil sewaktu kuliah, yaitu menjadi ahli hukum ataupun sebagai pengacara.

Selepas meraih gelar sarjananya ditahun 2000, Najwa mengalawi kariernya dengan bergabung di salah satu stasiun televisi di Indonesia, yaitu RCTI. Bekerja bersama RCTI bisa dihitung dengan jari, hanya berselang 1 tahun, Najwa memutuskan untuk pindah ke Metro TV.

Pada waktu itu, Najwa berpikir bahwa Metro TV satu-satunya stasiun televisi yang ada di Indonesia yang mampu membuatnya berkembang dalam bidang jurnalistik, dia bergabung dengan Metro TV pada tahun 2001. Cara pandangnya terhadap Metro TV tidak salah, kariernya melesat tinggi selepas bergabung dengan Metro TV.

Masih membekas dalam ingatan maupun memori, bencana besar yang menyapa Aceh pada tahun 2004 tidak akan pernah hilang dari sejarah Indonesia di mana pada tahun tersebut bencana yang disebut dengan tsunami menimpa provinsi Aceh, yang berakibat banyak hilangnya nyawa dan juga rusaknya infrastruktur yang ada di sana.

Sebagai seorang reporter, Najwa pun bergegas pergi ke Aceh untuk meliput berita maupun menggali informasi di sana. 

Meliput di sana, laporan-laporan yang dibuat oleh Najwa sangatlah kredibel dan dalam laporan tersebut juga terdapat kritikan terhadap pemerintah, di mana Najwa menilai pemerintah masih belum siap dalam menghadapi bencana tersebut.

Setahun kemudian, berkat liputan beserta laporannya yang dinilai memberi andil bagi meluasnya kepedulian masyarakat akan bencana tersebut membuat Najwa meraih penghargaan dari PWI Pusat dan PWI Jaya atas laporan-laporannya saat berada di Aceh untuk meliput bencana tsunami yang melanda Aceh pada tahun  2004 tersebut.

Ditahun 2004, Najwa masuk dalam nominasi Pembaca Berita Terbaik Panasonic Awards. Selepas hanya masuk dalam nominasi saja, tepatnya ditahun 2006, Najwa berhasil mendapatkan penghargaan dari Metro TV, yaitu sebagai jurnalis terbaik.

Tidak hanya terpilih sebagai Jurnalis Terbaik Metro TV, ditahun yang sama, yaitu 2006, Najwa terpilih menjadi peserta Senior Journalist Seminar yang diadakan di beberapa kota di Amerika Serikat. Dia juga menjadi pembicara pada Konvensi Asian American Journalist Association.

Kemampuan Najwa Shihab tidak hanya diakui di Indonesia, bahkan mancanegara sudah mulai mengakuinya. Hal ini dibuktikan pada tahun 2007, Najwa masih nominasi dalam ajang bergengsi di tingkat Asia, yaitu Asian Television Awards dalam kategori Best Current Affairs/Talkshow Presenter.

Selain sibuk bersama Metro TV, pada tahun 2008, Najwa melanjutkan pendidikannya di Australia, dia belajar tentang Hukum Media di Melbourne Law School Australia sekaligus meraih Full Scholarship for Australian Leadership Awards.

Acara Talkshow Mata Najwa

Dikenal dengan kecerdasan dan netralitasnya sebagai seorang yang terjun di dunia presenter maupun jurnalistik, Najwa ditunjuk sebagai moderator debat kandidat Gubernur DKI Jakarta 2007 yang mempertemukan pasangan Fauzi Bowo-Priyanto dengan pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar yang diselenggarakan oleh KPUD DKI yang ditayangkan langsung oleh Metro TV.

Berawal menjadi moderator debat inilah, untuk mengapresiasi Najwa yang telah mengabdi kepada Metro TV, akhirnya stasiun televisi ini memberikan kesempatan kepada Najwa untuk membuat sebuah program acara tevelisi dengan menggunakan namanya.
Baca juga tokoh keren yang satu ini biografi mahatma gandhi
Akhirnya tepat ditahun 2009, Najwa membuat sebuah program talkshow yang bernama Mata Najwa dengan episode perdananya berjudul Dunia dalam Kotak Ajaib.

Mata Najwa menjadi salah satu program unggulan yang dimiliki oleh Metro TV, banyak sekali tokoh-tokoh hebat Indonesia yang diundang dalam acara tersebut untuk berbincang-bincang mengenai persoalan yang tengah hangat atau dihadapi oleh Indonesia.

Nah, berikut ini ada beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Najwa Shihab antara lain ;
  • Young Global Leader oleh The World Economic Forum (2011)
  • Best Current Affairs Presenter dalam Acara Mata Najwa oleh Asian Television Awards (2011)
  • Presenter Talkshow Berita & Informasi Terfavorit, Panasonic Gobel Awards (2015)
  • Most Progressive Figure oleh Forbes Magazine (2015)
Selain sibuk mengurus program Mata Najwa, Najwa juga menerbitkan sebuah buku yang berjudul Catatan Najwa, yang berisi mengenai refleksi dirinya terhadap isu-isu yang dibahas dalam Mata Najwa yang dirilis pada tahun 2016.

Mengawali karier bersama Metro TV dan berhasil meraih berbagai penghargaan, pada tahun 2016, Najwa diangkat menjadi Wakil Pemimpin Redaksi di Metro TV. Tidak lama menjabat sebagai pemimpin redaksi, pada tahun 2017, Najwa mengakhiri masa pengabdiannya bersama Metro TV dan kemudian melanjutkan kariernya dengan bergabung di stasiun televisi lainnya yang bernama Trans 7.

Melalui episode Catatan tanpa Titik dalam acara Mata Najwa, dia resmi mengundurkan diri dari Metro TV kemudian bergabung dengan Trans 7 pada tahun 2018.

Selain menjadi presenter atau pembawa acara televisi, Najwa juga ditunjuk sebagai Duta Baca Indonesia periode 2016-2020 oleh Perpustakaan Nasional Repunlik Indonesia dengan tugas untuk menyebarkan minat baca ke seluruh Indonesia.
Konten ini dibuat pada bulan Agustus 2019.
Author Profile

About Biografi Pedia

Hai, terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel di atas.

0 Komentar Biografi Najwa Shihab Perempuan Cerdas dibalik Acara Mata Najwa

Posting Komentar

Hai, para pengunjung/pembaca situs biografipedia. Mengenai konten biografi yang Anda baca di atas merupakan hasil dari pengumpulan beberapa informasi mengenai tokoh yang bersangkutan. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan informasi seakurat mungkin, namun jika ada kesalahan mengenai informasi yang disampaikan di atas kami memohon maaf.

Berkomentarlah sesuai dengan topik yang sedang dibahas. Komentar dengan perkataan yang buruk atau tidak layak untuk dilihat, spam, link hidup akan kami hapus demi kenyamanan. Terima kasih.

Back To Top